Jumat, 26 April 2013

PENGARUH METODE BELAJAR TERHADAP KUALITAS PRESTASI BELAJAR SISWA


PENGARUH METODE BELAJAR TERHADAP KUALITAS PRESTASI BELAJAR SISWA

Karya Tulis Ilmiah

Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia


oleh

Cahyo Widoko Laksono
07/XI IPA 5

SMA NEGERI 1 PURWOREJO

2013
HALAMAN PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “PENGARUH METODE BELAJAR TERHADAP KUALITAS PRESTASI BELAJAR SISWA” ini telah disetujui oleh guru pembimbing pada

hari         :
tanggal   :
tempat    : SMA Negeri 1 Purworejo

Dan disahkan oleh Kepala SMA Negeri 1 Purworejo pada
hari         :
tanggal   :
tempat    : SMA Negeri 1 Purworejo





Mengesahkan                                                                     Menyutujui
Kepala Sekolah                                                                Guru Pembimbing



Dra.Budiastuti Sumaryati,M.Pd.                                          Aris Ariyanti,S.pd.
NIP 196010051987032006                                                  NIP





MOTO


1.      “Beribadahlah kepada Allah Azza wa Jalla seakan-akan engkau melihat-Nya dan seandainya engaku tidak dapat melihat-Nya engaku yakin bahwa Dia melihatmu.”
(H.R. Bukhari Muslim).

2.      “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain. “ (Issac Newton)

3.      “Tragedi kehidupan adalah bukan karena hidup berakhir sedemikian cepat, tetapi karena kita menunggu demikian lama untuk memulainya.” (W.M. Lewis).

4.      “Kebanyakan penghalang terbesar bagi seseorang berasal dari pemikiran orang itu sendiri.” (Penulis).

5.      “Disaat kau berjalan, waktu pun ikut berjalan. Akan tetapi di saat kau berhenti waktu tak akan mengikutimu untuk berhenti.” (Penulis).

6.      “Seseorang yang berjuang bisa saja mengalami kegagalan, akan tetapi orang yang tidak berjuang sudah pasti gagal.” (Penulis).








PERSEMBAHAN

Karya tulis ini penulis persembahkan kepada:

1)      Dra. Budiastuti Sumaryati,M.pd. selaku Kepala SMA Negeri 1 Purworejo.

2)       Ibu Aris Ariyanti,S.pd. selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Purworejo.

3)      Orang Tua serta keluarga yang selalu memberikan dukungan dan semangat baik moral maupun spiritual.

4)      Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu penulisan karya tulis ilmiah yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
















PRAKATA


Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini yang berjudul “PENGARUH METODE BELAJAR TERHADAP KUALITAS HASIL BELAJAR SISWA”. Karya tulis ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Penulis sadar bahwa keberhasilan dalam penulisan karya tulis ini tidak dapat lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini, perkenankan penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1.      Dra. Budi Sumaryati,M.Pd. selaku Kepala SMA Negeri 1 Purworejo.
2.      Aris Ariyanti,S.Pd. selaku guru pembimbing penulisan Karya Tulis Ilmiah ini.
3.      Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan baik moral maupun spiritual.
4.      Teman-teman dan semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini yang tidak dapat penulis sebut satu per satu.






Purworejo, Januari 2013

Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
MOTO
PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penelitian
D.    Manfaat Penelitian
E.     Batasan Istilah
F.      Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
A.    Kerangka Teori
B.     Kerangka Berpikir
C.     Hipotesis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian
B.     Populasi dan Sampel
C.     Teknik Pengumpulan Data
D.    Teknik Analisis Data
E.     Instrumen Penelitian
F.      Variabel Penelitian
BAB IV PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Data
B.     Pembahasan dan Hasil Penelitian
BAB V PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIODATA PENULIS


























Pengaruh Metode Belajar Terhadap Kualitas Prestasi Belajar Siswa
ABSTRAK
oleh
Cahyo Widoko Laksono

Belajar merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi kalangan siswa karena semua siswa yang ada di dunia ini pernah melakukan aktivitas yang dinamakan belajar. Belajar merupakan aktivitas yang sudah dipastikan pernah dilakukan oleh seluruh orang di dunia ini baik secara sengaja maupun tidak, baik secara formal maupun tidak, sejak kita dilahirkan ke dunia ini kita sudah melakukan aktivitas belajar ini walaupun kita belum mengetahui definisi dari kegiatan yang kita lakukan tersebut, dimulai dengan belajar hal-hal dasar bagi seorang manusia dan berkembang hingga dapat memahami bahasa dan penerapannya untuk lebih mengembangkan kemampuan belajar terhadap ilmu pengetahuan terutama siswa di usia sekolah.
Setiap manusia terutama seorang siswa pasti mempunyai keinginan untuk dapat memahami pelajaran di sekolah dengan baik, dan hal yang sering menjadi kendala adalah cara, cara untuk dapat meraih hasil tersebut. cara itu sebenarnya bergantung pada kemampuan siswa tersebut dan kebiasaannya sejak kecil dalam melakukan kegiatan belajar. Berdasarkan penelitian banyak pembagian cara atau metode bagi siswa dalam belajar berdasarkan tingkat kecerdasan dan kebiasaan siswa, dan cara-cara yang terbaik untuk mengoptimalkan potensi melalui cara belajar yang sesuai.


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan hal yang penting yang dapat digunakan sebagai sarana untuk membimbing, mengatur, dan merencanakan masa depan sesorang sejak dari anak-anak hingga dewasa, pendidikan juga berguna untuk mengembangkan atau mengantarkan seseorang dalam suatu tahapan demi setahap menuju kesempurnaan.
Pendidikan dapat didapat dari bermacam-macam cara dan bermacam-macam sumber, salah satu pendidikan yang paling banyak dan sangat berguna bagi seorang anak dalam menentukan masa depannya adalah pendidikan di sekolah. Di sekolah seorang anak akan mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat mengasah kemampuan intelegensi dan psikomotorik seorang anak, dan dalam pendidikan di sekolah kemampuan dan bakat seorang anak dapat diketahui dan dikembangkan, selain itu minat seorang anak juga dapat diketahui sehingga akan lebih mudah untuk mengarahkan seorang anak untuk memaksimalkan bakat dan kemampuan yang dipunyainya.
Di dalam proses pendidikan di sekolah tentu siswa tidak asing lagi dengan istilah belajar, belajar sudah menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan bagi seorang siswa untuk mengetahui dan memahami pelajaran yang baru saja ia dapat di sekolah. Di dalam proses pendidikan inilah peranan belajar sangat dibutuhkan dan sangat menentukan pemahaman seorang siswa setelah mendapat ilmu pengetahuan dari para pengajar.





Dalam prosesnya ada yang menganggap belajar adalah sesuatu yang menyengakan karena dengan belajar seseorang dapat mengetahui dan memahami ilmu yang baru saja ia dapatkan dan segera ia terapkan dalam kehidupannya, akan tetapi tidak sedikit juga yang belum mengetahui manfaat dari belajar dan menganggap bahwa belajar adalah sesuatu yang sangat membosankan dan lebih sering menggunakan waktu luang di luar jam sekolah untuk bermain, mereka menganggap belajar itu hanya pada saat jam sekolah saja dilakukannya dan menganggap belajar atau tidak itu sama saja karena hanya menganggap prestasi yang ia raih itu karena faktor kecerdasan seseorang saja dan belajar dianggap tidak begitu penting.
Jika kita amati semua orang dapat melakukan proses belajar kapanpun dan dimanapun ia berada, akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara belajar yang baik dan efektif? Banyak orang yang belum mengetahui cara belajar yang sesuai dan baik bagi perkembangan seseorang agar mendapatkan prestasi yang lebih baik. Untuk itu penulis tertarik membuat karya tulis ilmiah yang berjudul “PENGARUH METODE BELAJAR TERHADAP KUALITAS PRESTASI BELAJAR SISWA”.

B.     Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang masalah di atas, penulis mengemukakan pembahasan mengenai:
1.      Bagaimana pentingnya pendidikan bagi seorang siswa? mengapa penting?
2.      Bagaimana pentingnya pendidikan yang dilakukan di sekolah?
3.      Bagaimana pentingnya belajar dalam proses pendidikan?
4.      Bagaimana cara atau metode belajar yang baik dan sesuai?
5.      Bagaiman pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar yang diraih oleh siswa di sekolah?

C.    Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan penulis dilakukan dengan maksud agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pentingnya pendidikan terutama pendidikan di sekolah dan pentingnya cara belajar yang baik dan sesuai bagi seorang siswa.
2.      Untuk mengetahui cara belajar yang baik dan sesuai untuk siswa agar bisa meraih prestasi belajar yang lebih baik.

D.    Manfaat Penelitian

Penelitian yang penulis lakukan tidak terlepas dari harapan agar karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Manfaat tersebut antara lain:
1.      Dengan adanya penelitian ini, dapat diketahui arti penting pendidikan dan alasan pentingnya pendidikan tersebut.
2.      Dengan adanya penelitian ini, dapat diketahui pentingnya pendidikan yang dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan terutama sekolah.
3.      Dengan adanya penelitian ini, dapat diketahui pentingnya belajar dalam proses pendidikan terutama pendidikan di sekolah.
4.      Dengan adanya penelitian ini, dapat diketahui cara atau metode belajar yang tepat dan baik bagi siswa.
5.      Dengan adanya penelitian ini, dapat diketahui pengaruh cara atau metode belajar yang baik dan sesuai bagi siswa dalam meraih prestasi belajarnya. Dan perbedaan antara siswa yang belajar dengan baik dan tidak.





E.     Batasan Istilah

Dalam karya tulis ilmiah ini kami membatasi permasalahan yang kami bahas. Batasan tersebut antara lain:
1.      Pendidikan
Pendidikan adalah suatu proses atau cara dengan maksud untuk mendidik menjadi yang lebih baik.
2.      Sekolah
Sekolah adalah tempat dimana seorang anak yang menjadi siswa mendapat ilmu pengetahuan secara formal.
3.      Belajar
Belajar adalah suatu proses untuk mengetahui dan memahami sesuatu untuk nantinya dapat diterpkan dalam kehidupan.
4.      Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah hasil sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan.
5.      Siswa
Siswa adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelanjaran pada jalur pendidikan baik formal maupun nonformal, pada jenjang pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah.

F.     Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah dan sistematika penulisan.




BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini terdiri atas kerangka teori, kerangka berpikir, dan hipotesis.


BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Bab in terdiri atas jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, instrument penelitian, dan variabel penelitian.


BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini terdiri atas deskripsi data dan hasil penelitian.


BAB V PENUTUP
Bab ini terdiri atas simpulan dan saran.















BAB II
LANDASAN TEORI


A.    Kerangka Teori

1.      Pengertian Pendidikan
Definisi klasik dan modern tentang pendidikan diantaranya adalah sebagai berikut. Prof.’Abdul Hamid al-Hasyimi memberikan definisi sebagai berikut. Pendidikan adalah proses kejiwaan dan social yang digunakan para pembimbing untuk mengatur dan merencanakan masa depan anak sejak masih dalam buaian, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan sepanjang hidupnya.¹
Ar-Rhagib al-Ishfahani mengatakan “pendidikan (at-tarbiyah) adalah mengembangkan suatu tahapan demi setahap menuju kesempurnaan”.²
Imam al-Baidhawi mengatakan “pendidikan adalah mengantarkan sesuatu setahap demi setahap menuju tingkat kesempurnaan”.³




1.       Muhammad Syarif ash-shawwaf, Kiat-kiat Efektif Mendidik Anak dan Remaja (Bandung, 2003), hlm 49.
2.       Ibid. hlm 48
3.       Ibid.


Diantara berbagai macam definisi-definisi dari pendidikan, yang popular adalah definisi dari John Dewey, “Pendidikan adalah membentuk manusia baru melalui perantaraan karakter dan fitra dan dengan mencontoh peninggalan-peninggalan budaya lama masyarakat.”
Dalam sebuah buku yang berjudul Kiat-kiat Efektif Mendidik Anak dan Remaja menyatakan bahwa landasan proses pendidikan adalah:
1.      Memperhatikan pentingnya tahapan dalam proses pendidikan.
2.      Mengembangkan bakat alami dan memperdalam setelah ia dewasa dan mapan.
3.      Proses pendidikan harus dilandaskan atas kesesuaian watak dengan warisan nilai-nilai budaya dan akidah serta juga pengalaman-pengalaman yang telah didapatkan.

2.      Sekolah
Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.
Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.
Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer. Dalam homeschooling dan sekolah online, pengajaran dan pembelajaran berlangsung di luar gedung sekolah tradisional.
Secara terminologi kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas.
Saat ini kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah. Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain. Ketersediaan sarana dalam suatu sekolah mempunyai peran penting dalam terlaksananya proses pendidikan.
Sedangkan sekolah menurut setatusnya meliputi Sekolah negeri, yaitu sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi. Dan Sekolah swasta, yaitu sekolah yang diselenggarakan oleh non-pemerintah/swasta, penyelenggara berupa badan berupa yayasan pendidikan yang sampai saat ini badan hukum penyelenggara pendidikan masih berupa rancangan peraturan pemerintah.


3.      Belajar
Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.
Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
Sedangkan Pengertian belajar menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.

Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.
Dari beberapa pengertian belajar di atas maka dapat disimpulkan bahwa semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar.

Dalam melakukan kegiatan belajar tentu siswa yang satu dan yang lainya mempunyai perbedaan dan gayanya masing-masing, Kita tidak bisa memaksakan seorang anak harus belajar dengan suasanan dan cara yang kita inginkan karena masing masing anak memiliki tipe atau gaya belajar sendiri-sendiri. Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya.

Banyak anak menurun prestasi belajarnya disekolah karena dirumah anak dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya. Anak akan mudah menguasai materi pelajaran dengan menggunakan cara belajar mereka masing-masing.

Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality).

Ada beberapa macam cara seseorang dalam belajar anatara lain sebagai berikut:
1.      Visual
Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri gaya belajar visual antara lain:
1.       Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar.
2.       Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi.
3.       Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak.
4.       Tak suka bicara di depan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
5.       Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
6.       Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan.
7.       Dapat duduk tenang ditengah situasi yang ribut dan ramai tanpa terganggu.

Strategi untuk membantu anak yang belajar dengan cara visual antara lain:
1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

2.      Auditori
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang-sedang saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

Ciri-ciri gaya belajar auditori antara lain:
1.      Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas.
2.      Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televisi/ radio.
3.      Cenderung banyak omong (cerewet).
4.      tidak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
5.      Kurang cakap dalam mengerjakan tugas mengarang/ menulis.
6.      Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
7.      Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru di lingkungan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas.
8.      Mempunyai masalah dengan pekerjaan yang melibatkan visual.
9.      Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca.
Strategi untuk membantu anak yang belajar dengan cara auditori antara lain:
1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.


3.      Kinestetik
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik antara lain:
1.      Menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya, termasuk saat belajar.
2.      Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak.
3.      Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar.
4.      Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar.
5.      Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambang.
6.      Menyukai praktek/ percobaan.
7.      Menyukai permainan dan aktivitas fisik.
Strategi untuk membantu anak yang belajar dengan cara kinestetik antara lain:
1.  Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsepbaru).
3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.

4.         Prestasi Belajar
a. Pengertian prestasi belajar
      
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. Antara kata prestasi dan belajar mempunyai arti yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum pengertian prestasi belajar, ada baiknya pembahasan ini diarahkan pada masing-masing permasalahan terlebih dahulu unutk mendapatkan pemahaman yang lebih jauh mengenai makna kata prestasi dan belajar. Hal ini juga untuk memudahkan dalam memahami lebih mendalam tentang pengertian prestasi belajar itu sendiri. Di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian prestasi dan belajar menurut para ahli:

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun kelompok (Djamarah,1994:19). Sedangkan menurut Mas’ud Hasan Abdul Dahar dalam Djamarah (1994:21) bahwa prestasi belajar adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.

Dari pengertian yang dikemukakan tersebut di atas, jelas terlihat perbedaan pada kata-kata tertentu sebagai penekanan, namun intinya sama yaitu hasil yang dicapai dari suatu usaha dalam suatu kegiatan. Untuk itu, dapat dipahami bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenagkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerj, baik secara individual maupun secara kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.

Menurut Slameto (1995: 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaiman yang dikemukakan oleh pendapat di atas, dapat diambil suatu pemahaman tentang hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu. Sedangkan menurut Nurkencana (1986:62) megemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan prubahan dari dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka ciri-ciri belajar dapat diformulasikan sebagai berikut:

1)      Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
2)      Belajar merupakan suatu proses perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman, dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan yang tidak dianggap sebagai hasil belajar, seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri bayi.
3)      Untuk dapat disebut sebagai belajar, maka perubahan itu harus relative mantap, harus merupakan akhir dari suatu periode waktu yang cukup panjang (Hamalik, 1983:21).

Jadi secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang terbentuk dari hasil interaksi seseorang dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan itu akan dinyatakan dalam seluruh aspe tingkah laku. Salah satu wujud indikator perubahan dari hasil belajar di sekolah adalah prestasi belajar yang diformulasikan menjadi angka-angka di dalam rapor atau dafar nilai siswa.
Djamarah (1994:24) mengungkapkan pengertian karakteristik prestasi belajar sebagai berikut:

1)      Prestasi belajar merupakan tingkah laku yang dapat diukur. Untuk mengukur tungkah laku tersebut dapat digunakan tes prestasi belajar.
2)      Prestasi menunjuk kepada individu sebagai sebab, artinya individu sebagai pelaku.
3)      Prestasi belajar dapat dievaluasi tinggi rendahnya, baik berdasarkan atas kriteria yang ditetapkan terlebih dahulu atau ditetapkan menurut setandar yang dicapai oleh kelompok.
4)      Prestasi belajar menunjuk kepada hasil dari kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan disadari.


Setelah menelusuri uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan.

b. Jenis-jenis Prestasi Belajar
           
            Menurut Bloom ada dua bentuk prestasi yaitu kognitif dan afektif antara lain:

1)      Prestasi Belajar Aspek Kognitif
Prestasi belajar aspek kognitif ini hanya menitikberatkan pada masalah atau bidang intelektual sehingga kemampuan akal akan selalu mendapatkan perhatian yaitu kerja otak untuk dapat menguasai berbagai pengetahuan yang diterimanya.

Bloom mengklarifikasikan tujuan kognitif menjadi enam tingkatan:
a)      Jenis Pengetahuan

Jenis ini mengacu pada kemampuan mengenal atau mengingat materi yang sudah dipelajari dari yang sederhana kepada hal-hal yang sukar, yang penting disini adalah kemampuan mengingat keterangan yang benar. Jadi hasil pengetahuan belajar ini penting sebagai persyaratan untuk menguasai dan mempelajari hasil belajar lain.

b)      Jenis Pemahaman

Jenis ini mengacu pada kemampuan memahami makna materi yang dipelajari. Pada umumnya unsur pemahaman ini menyangkut kemampuan menangkap makna suatu konsep dengan kata-kata sendiri. Dalam memahami sesuatu, diperlukan adanya hubungan atau keterpaduan antara konsep dengan makna yang ada dalam konsep tersebut, pemahaman disini tingkatannya lebih tinggi dari pengetahuan.

c)      Jenis Aplikasi

Jenis ini didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari dalam situasi konkrit yang baru. Aplikasi adalah siswa yang mampu menerapkan pengetahuan yang sudah dimiliki pada situasi baru. Aplikasi disini tingakatannya lebih tinggi dari pemahaman.

d)     Jenis Analisis

Analisis adalah kesanggupan memisah, menguraikan suatu integritas (kesatuan yang utuh) menjadi unsur-unsur atau bagian yang mempunyai arti. Analisis sangat diperlukan oleh siswa sebagai bukti bahwa ia telah menguasai pengetahuan, pemahaman dan mampu mengaplikasikannya. Analisis disini lebih tinggi tingkatannya dari aplikasi.

e)      Jenis Sintesis

Jenis ini mengacu pada kemampuan memadukan berbagai konsep atau komponen, sehingga membentuk suatu pola struktur atau bentuk baru.
Jadi dalam sintesis lebih ditekankan pada kesanggupan menyatukan unsur intregitas. Sintesis ini tingkatannya lebih tinggi dari analisis.

f)       Jenis Evaluasi

Evaluasi adalah kesanggupan memberikan keputusan tentang nilai suatu berdasarkan judgment yang telah dimilikinya serta kriteria yang dipakai. Hasil belajar ini merupaan hasil belajar yang lebih tinggi dari semua jenis kognitif.

2)      Prestasi Belajar Aspek Afektif

Prestasi belajar aspek afektif ini lebih banyak menitikberatkan pada bidang sikap dan tingkah laku. Aspek ini sudah tentu mempunyai nilai bidang yang lebih tinggi karena didalamnya menyangkut kepribadian siswa. selain itu juga aspek ini dapat dikatakan berhasil apabila siswa benar-benar mampu bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan tujuan pendidikan dan apa yang diharapkan oleh guru. Aspek afektif terdiri dari lima aspek diantarannya:

a)      Jenis Penerimaan

Adalah kemampuan memperhatikan dalam meberikan respon terhadap stimulasi yang tepat. Hasil belajar ini merupakan tingkat paling rendah pada domain afektif.

b)      Jenis Pemberian Respon

Adalah kemampuan untuk dapat memberikan respon secara aktif menjadi peserta yang tertarik. Hasil belajar ini lebih tinggi dari penerimaan.

c)      Jenis Penilaian

Adalah kemampuan untuk dapat memberikan penilaian atau pertimbangan dan pentingnya keterkaitan pada suatu objek kejadian tertentu dengan reaksi seperti menerima, menolak, tidak menghiraukan, acuh tak acuh. Perilaku tersebut dapat diklasifikasikan menjadi sikap apresiasi.

d)     Jenis Pengorganisasian

Adalah pengembangan nilai suatu sistem organisasi termasuk menentukan hubungan suatu nilai lain dan kemantapan, serta prioritas menentukan nilai yang dimilikinya.

e)      Jenis Karakterisasi

Adalah keterpaduan dari semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang telah mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya, disini termasuk nilai dan karakteristiknya.



c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
           
            Hasil belajar yang dicapai peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya. Baik faktor yang berasal dari dalam diri (internal) maupun faktor dari luar diri (eksternal). Pengenlan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar penting artinya dalam mewujudkan kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Faktor-faktor tersebut meliputi:

1)      Faktor Internal

Sehubungan dengan faktor internal ini ada tingkat yang perlu dibahas yaitu:

a)      Faktor Jasmani, dalam faktor jasmaniah ini dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor kesehatan dan faktor cacat tubuh.

b)      Faktor Psikologi, dalam faktor psikologis ini dapat berupa intelegensi, perhatian, bakat, minat, motivasi, kematangan dan kesiapan oleh peserta didik itu sendiri.

c)      Faktor Kelelahan, ada beberapa faktor kelelahan yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.
Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan jasmani terjadi karena ada substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga peredaran darah kurang lancar pada bagian tertentu. Sedangkan kelelahan rohani dapat terus menerus karena memikirkan masalah yang berarti tanpa istirahat, mengerjakan sesuatu karena terpaksa, tidak sesuai dengan minat dan perhatian.

Dari uraian di atas maka kelelahan jasmani dan rohani dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa dan agar siswa dapat belajar dengan baik siswa harus dapat menghindari dari hal-hal yang dapat menyebabkan kelelahan dalam belajarnya. Sehingga perlu diusahakan kondisi yang bebas dari kelelahan rohani seperti memikirkan masalah yang berarti tanpa istirahat, mengerjakan sesuatu karena terpaksa atau tidak sesuai dengan minat dan perhatian. Ini semua besar sekali pengaruhnya terhadap pencapaian prestasi belajar siswa. Agar siswa dapat belajar dengan baik maka siswa harus berusaha menghindari kegiatan yang dapat menyebabkan kelelahan fisik maupun psikis.


2)      Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor, yaitu:

a)      Faktor Keluarga, faktor ini sangat berperan aktif bagi siswa dan dapat mempengaruhi dari keluarga antara lain: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, keadaan keluarga, pengertian orang tua, keadaan ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan dan suasana rumah.

b)      Faktor Sekolah, faktor ini dapat berupa cara guru mengajar, alat-alat pelajaran, kurikulum, waktu sekolah, interaksi antara guru dan murid, didiplin di sekolah, dan media pendidikan.

c)      Faktor Masyarakat, faktor yang mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa antara lain teman bergaul, kegiatan lain di luar sekolah dan cara hidup di lingkungan masyarakatnya.

5.    Siswa
Siswa adalah sekelompok orang dengan usia tertentu yang belajar baik secara kelompok atau perorangan.

Siswa juga disebut sebagai murid atau pelajar. Ketika kita bicara mengenai sekolah, baik sekolah dasar maupun menengah. Di lingkungan sekolah dasar masalah-masalah yang muncul belum begitu banyak, tetapi begitu mamasuki lingkungan sekolah menengah maka banyak sekali masalah-masalah yang muncul karena anak atau siswa sudah menapaki masa remaja. Siswa sudah mulai berpikir tentang dirinya, bagaimana keluarganya, teman-teman pergaulannya dan sebagainya.
Pada masa ini seakan mereka menjadi manusia dewasa yang bisa segalanya dan kadang tidak memikirkan akibatnya. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh keluarga dan tentu saja pihak sekolah.







B.     Kerangka Berpikir

Akhir-akhir ini banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya yaitu kesulitan dalam memahami pelajaran yang telah diajarkan di sekolah, salah satu penyebab siswa kurang atau tidak dapat memahami dengan baik pelajaran yang telah di dapat di sekolah yaitu kurang tepat atau sesuainya metode belajar yang dilakukan oleh siswa tersebut. Pembelajran seharusnya dapat disesuaikan dengan metode atau gaya siswa dalam proses belajarnya. Penelitian ini diharapkan para pembaca khususnya siswa agar dapat menggunakan cara yang lebih efektif dan sesuai dalam belajar.
C.    Hipotesis

Dalam penulisan karya ilmiah, hipotesis merupakan :  “Sebuah taksiran atau refrensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.”(Good, Scates, 1954:2)
Hipotesis yang penulis rumuskan berdasarkan sumber refrensi dan landasan teori. Dalam hal ini, penulis mempunyai suatu taksiran yang penulis jadikan suatu keyakinan. Hipotesis yang penulis nyatakan dalam karya tulis ini adalah: kualitas dari prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh metode atau gaya seorang siswa dalam belajarnya.








BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam karya tulis yang digunakan oleh penulis atau penyimpulannya dititik beratkan pada data deskriptif (kata-kata). Dalam hal ini penulis menarik hasil penelitian atau kesimpulan dari angket yang diisi oleh siswa yang berada di tempat penulis bersekolah. Selain itu, penarikan kesimpulan berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis.

B.     Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah anak yang sedang menempuh pendidikan dari sekolah. sedangkan sampel penelitian ini adalah anak atau siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas X maupun XI.

C.    Teknik Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini adalah:
1.      Observasi
Obseravi yaitu pengamatan dan pencatatan yang dilakukan secara sistematis terhadap objek penelitian.
2.      Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara untuk memperoleh sebagian data dan bukti bahwa penulis melakukan penelitian.
3.      Angket
Angket yaitu cara untuk mengumpulkan data atau informasi menggunakan serangkaian pertanyaan yang telah disusun secara sistematik dan diajukan kepada orang-orang yang dianggap memenuhi kriteria.
4.      Studi Pustaka
Penelitian perpustakaan dilakukan untuk memperoleh buku-buku sebagai sumber pedoman dalam  penelitian dan sebagai penunjang dalam pembahasan masalah. Sedangkan hal-hal yang dilakukan adalah telaah pustaka dan pendalaman buku-buku yang tentang bahasa.

D.    Teknik Analisi Data
Untuk mendapatkan kesimpulan dari permasalahan yang ada maka teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Hal ini dilakukan denagn cara mengklasifikasikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang telah diajukan kepada responden dengan didukung oleh literature pustaka yang ada.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh penulis yaitu:
1.      Menentukan tema dan merumuskan masalah
2.      Mencari buku referensi
3.      Membuat landasan teori
4.      Menyimpulkan dari landasan teori
5.      Menyusun angket
6.      Menetapkan populasi dan sampel
7.      Menyebar angket
8.      Menganalisis dan mengambil kesimpulan dari data-data angket
9.      Menarik kesimpulan berdasarkan pertanyaan yang telah dirumuskan

E.     Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan penyusunan karya tulis ini adalah:
1.      Alat tulis
2.      Sumber referensi
3.      Lembar kuisioner
4.      Media internet

F.     Variabel Penelitian
Variabel yaitu semua faktor yang mempengaruhi suatu penelitian dan tidak tetap sehingga menimbulkan hal yang berbeda.
Vriabel bebas dalam penelitian ini adalah metode atau gaya belajar siswa, sedangkan variabel terkait dalam penelitian ini adalah hasil atau prestasi belajar yang dapat diraih siswa dari proses belajarnya.

























BAB IV
PEMBAHASAN

A.    Deskripsi Data
Penelitian untuk pembuatan karya tulis yang berjudul “Pengaruh Metode Belajar Terhadap Kualitas Prestasi Belajar Siswa” ini telah dilakukan sejak 19 Januari 2013 hingga 29 Maret 2013 dengan cara studi pustaka, observasi, dan metode angket.
Saat studi pustaka, penulis mencari sumber-sumber yang relevan dengan penelitian yang penulis lakukan yang baerkaitan dengan metode atau gaya belajar seseorang. Sumber-sumber tersebut selain diperoleh dari buku juga diperoleh memlalui media internet, kemudian penulis menulis data-data yang ada dan memilih data yang benar yang berkaitan dengan penelitian yang penulis lakukan.
Penulis juga melakukan observasi dengan mengamati beberapa responden yang ada di sekolah tempat penulis menempuh pendidikan dan responden di sekitar lingkungan penulis. Dengan melakukan pengamatan terhadap responden, maka penulis dapat menemukan perbedaan yang ada pada masing-masing responden dengan latar belakang yang berbeda.
Selain itu, penulis juga menyebar angket yang berisi daftar pertanyaan yang relevan dengan penelitian yang dilakukan penulis guna mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian yang dilakukan penulis tersebut. Penulis menyebarkna angket kepada bebrapa responden dengan bebrapa pertanyaan berbentuk essay pada setiap angketnya.

B.     Pembahasan dan Hasil Penelitian
1.      Makna dan pentingnya pendidikan bagi seseorang

Mengacu pada data yang diperoleh dari penelitian yang penulis lakukan melalui angket yang telah disebarkan, semua responden menyatakan bahwa pendidikan bagi seseorang memang harus dijalani karena proses pendidikan merupakan proses yang penting dalam menimba ilmu, pendidikan terutama pendidikan yang formal yang diberikan di lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah sangat berguna untuk menunjang kehidupan mereka di masa depan.

Berdasarkan uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa pendidikan sangat besar maknanya terutama pendidikan yang dilakukan di sekolah yang dapat menunjang kehidupan di masa depan.

2.      Pentingnya kegiatan belajar dalam proses pendidikan di sekolah

Dari data yang diperoleh, responden menyatakan bahwa proses belajar di rumah setelah mendapatkan pelajaran di sekolah sangat penting untuk membantu memahami dan mendalami pelajaran yang telah mereka terima guna mensukseskan proses pendidikan di sekolah.

Berdasarkan uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa kegiatan belajar yang dilakukan setelah mendapat pelajaran dari sekolah sangat bermanfaat dalam memahami dan memperdalam lagi ilmu yang telah mereka dapat.

3.      Kegiatan yang dilakukan bersamaan saat belajar yang dapat membantu proses belajar.

Dari data yang diperoleh dari penelitian dengan menggunakan angket menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakaukan antar responden satu dengan yang lainnya beragam, ada yang melakukan satu kegitan dan ada pula yang melakukan lebih dari satu kegiatan yang dilakukan saat belajar.

Berdasarkan data yang diperoleh, penulis menyimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh responden beragam karena kebutuhan dan kebiasaan yang dilakukan oleh responden berbeda antara satu dengan lainnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh responden itu dilakukan karena dianggap dapat membantu dalam memahami pelajaran saat proses belajar.

4.      Pengaruh cara belajar yang dilakukan terhadap prestasi belajar

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa cara belajar yang mereka lakukan ikut andil terhadap prestasi belajar yang diraih, dan cara belajar yang sesuai akan membantu dalam mearaih prestasi belajar yang lebih baik.

Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa cara belajar dapat erpengaruh terhadap prestasi belajar yang diraih.












BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pendidikan sangat besar maknanya bagi seseorang yang sedang mencari ilmu, terutama pendidikan formal yang dijalani di sekolah. Pendidikan formal sangat penting karena dianggap dapat menunjang kehidupan di masa depan.
2.      Belajar merupakan proses penting yang dilakukan dalam menjalani pendidikan, karena dengan belajar seseorang dpat memahami dan memperdalam ilmu yang telah didapatkan.
3.      Kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersamaan saat proses belajar oleh seseorang menunjukan cara belajar seseorang. Dan cara seseorang belajar kebanyakan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, karena kebutuhan dan kebiasaan setiap orang tidaklah selalu sama.
4.      Cara atau metode yang dilakukan seseorang dalam proses belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar yang diraih.
B.     Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dan dari hasil kesimpulan yang telah diperoleh, beberapa saran yang penulis sampaikan, antara lain:
1.      Setiap orang khususnya siswa yang sedang menjalani proses pendidikan di sekolah untuk lebih serius lagi dalam menjalani proses pendidikan, karena pendidikan dapat menunjang kehidupan yang akan dihadapi di masa yang akan datang.
2.      Orang tua agar lebih mempehatikan dan membimbing anaknya dalam proses belajar, akan tetapi tidak memaksakan anaknya untuk belajar seperti yang mereka dikehendaki, dikarenakan kebutuhan setiap siswa dalam belajarnya tidaklah sama dan harus sesuai agar hasil yang diperoleh dapat dimaksimalkan.





























DAFTAR PUSTAKA

Kemendiknas. 2010. Pendidikan Karakter Kumpulan Pengalaman Inspiratif.   Badan Penelitian dan Pemngembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan: Jakarta.

Kemendiknas. 2011. Panduan Pelatihan Pendidikan Karakter. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan: Jakarta.

Tim Penyusun. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka: Jakarta.

http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/. Diakses pada tanggal 19 januari 2013.

http://belajarpsikologi.com/cara-belajar-yang-baik/. Diakses pada tanggal 19 Januari 2013.

http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/.Diakses pada tanggal 19 Januari 2013.

http://id.wikipedia.org. Diakses pada tanggal 19 Januari 2013.

http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-definisi-hasil-belajar.html. Diakses pada tanggal 19 Januari 2013.







BIODATA PENULIS

Nama               : Cahyo Widoko Laksono
Ttl                    : Bantul, 05 Agustus 1996
Alamat                        : Tangkisan RT 01 RW 01, Bayan, Purworejo
Penulis merupakan Anak yang terlahir dari pasangan suami istri yang bahagia yaitu bapak Sukirman dan Ibu Siti Zuhriyah. Penulis yang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara ini mengawali bangku sekolahnya di SD Negeri Tangkisan di desanya, dan setelah lulus dari sekolah dasar ia melanjutkan sekolah menengahnya ke SMP Negeri 3 Purworejo, dan sekarang ini penulis sedang menjalani pendidikannya di SMA Negeri 1 Purworejo.
Penulis gemar bermain sepak bola dan bulutangkis, senang mendengarkan musik terutama musik pop, rock dan blues, selain itu penulis juga senang membaca, selain kegiatan-kegiatan tersebut hal yang paling disukai penulis yaitu bermain game pc. Dan yang perlu diketahui lagi adalah saat penulis membuat karya tulis ilmiah ini penulis menemukan bahwa dirinya adalah termasuk seorang Kinesthetic Learners.
Bila ada kritik ataupun saran bias anda kirim ke e-mail penulis di cahyo.widokolaksono@gmail.com atau di facebook penulis http:/www.facebook.com/cahyo widoko laksono atau di twitter @cahyowl dan bias juga lewat blog penulis di cahyorealm.blogspot.com.










LAMPIRAN
==========================================================

ANGKET KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH METODE BELAJAR TERHADAP KUALITAS PRESTASI BELAJAR SISWA

Oleh Cahyo Widoko Laksono (XI IPA 5)

SMA NEGERI 1 PURWOREJO

Mohon bantuannya untuk mengisi angket ini. Mohon untuk mengisi dengan sejujur-jujurnya.
Nama   : ………………………..
Kelas   : ………………………..

1.      Apakah makna pendidikan bagi anda?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2.      Bagaimana pentingnya pendidikan formal di sekolah yang anda jalani selama ini?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
3.      Bagaimana pentingnya kegiatan belajar dalam menjalani proses pendidikan di sekolah?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4.      Kegiatan apa saja yang anda lakukan bersamaan untuk membantu dalam proses belajar?
a.       Membuat catatan kecil
b.      Mendengarkan musik atau radio
c.       Membaca berulang-ulang
d.      Menonton televisi
e.       Lainya…
5.      Menurut anda, bagaimana pengaruh kegiatan-kegiatan di atas terhadap daya serap dan kualitas saat anda belajar?
a.       Membantu
b.      Tidak membantu
Alasan: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
6.      Bagaimana perbedaan daya serap pelajaran dan hasilnya saat anda melakukan kegiatan-kegiatan di atas saat belajar dengan saat anda tidak melakukan kegiatan tersebut saat anda mengulang pelajaran dirumah?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………




┬║Terima kasih atas bantuannya┬║

C

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar